Sabtu, 13 April 2013

Laporan Kimia II - XII


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA
PENENTUAN TITIK DIDIH LARUTAN




 












Oleh: Kevin Septiawan
Kelas: XII IPA 1 / O9101008
Laboratorium IPA SMA Eka Wijaya
2011/2012
A.    Hari dan Tanggal Percobaan
Jum’at / 16 September 2011
 

B.     Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan adalah mengamati titik didih zat pelarut air dan pengaruh zat terlarut terhadap titk didih larutan.
 

C.    Teori Dasar
-          Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan.
-          Larutan elektrolit, adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik. Hal ini disebabkan karena molekulnya terionisasi seluruhnya menjadi ion positif dan ion negatif. Terbagi atas 2 jenis, yaitu:
1.      Elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit yang molekulnya terionisasi seluruhnya, contohnya: NaCl, HCl, H2SO4
2.      Elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang molekul-molekulnya hanya sebagian yang terionisasi. Contohnya: cuka (CH3COOH)
Jumlah partikel terlarut pada zat elektrolit lebih banyak disbanding dengan larutan non-elektrolit karena dapat terionisasi dalam larutannya.
-          Larutan non-elektrolit, adalah larutan yang tidak mampu menghantarkan arus listrik karena molekulnya tidak mengalami ionisasi. Contohnya: urea, glukosa
-          Faktor van’t Hoff (i)
Dipergunakan dalam perhitungan sifat koligatif larutan elektrolit. Ini disebabkan karena larutan elektrolit molekulnya dapat terionisasi sehingga jumlah ion yang terionisasi perlu diikut sertakan dalam perhitungan sifat koligatif larutan elektrilit.
-          Jika terionisasi sempurna, nilai i = n. n adalah jumlah ion yang terionisasi. Sedangkan jika hanya sebagian yang terionisasi, maka nila i adalah  {1+(n-1)α}
 


D.    Alat dan Bahan
Alat
Bahan
Lampu spiritus
Larutan glukosa 0,2 m
Kawat kasa dan kaki tiga
Larutan NaCl 0,2 m
Gelas kimia
Aquades
Thermometer

E.     Cara Kerja
-          Menentukan titik didih zat pelarut:
1.      Panaskan 100 ml aqudes dalam gelas kimika.
2.      Panaskan sampai mendidih.
3.      Catat suhu tiap 0,5 menit sampai mendidih.
-          Menentukan titk didih larutan:
1.      Masukkan 100 ml glukosa 0,2 m dalam gelas kimia.
2.      Panaskan hingga mendidih.
3.      Catat suhu setiap 0,5 menit.
4.      Lakukan langkah yang sama pada larutan NaCl.
 

F.     Hasil dan Pembahasan                                      





Hasil:
Table hasil
Suhu (oC)
Waktu (menit)
aquadest
NaCl
Glukosa
 0,5
34
35,4
35,4
1
41,4
43
44
1,5
49,2
52,2
52
2
57
61,2
61
2,5
65,2
68
68
3
71,1
75,4
74,2
3,5
78
82
82
4
84
88,2
89
4,5
90
94
94,4
5
95,3
99,2
98,4
5,5
99
100
99,4












Pertanyaan:
1.      Tentukan kenaikan titk didih larutan-larutan tersebut!
2.      Dari hasil, adakah keteraturan jumlah partikel dengan kenaikan titik didih ?
Jawab:
1.       Kenaikan titik didih larutan
Glukosa:
-          Berdasarkan hasil:
∆Tb glukosa = Tb larutan-Tb pelarut
∆Tb glukosa = 99,4oC – 99oC = 0, 4oC
-          Berdasarkan perhitungan rumus
Mr glukosa: 180, Molalitas glukosa (m): 0,2 m, Kb air: 0,52
 ∆Tb glukosa = Kb × m = 0, 52×0, 2 = 0,104oC
NaCl:
-          Berdasarkan hasil:
∆Tb NaCl = Tb  larutan-Tb pelarut
∆Tb NaCl = 100oC− 99oC= 1oC
-          Berdasarkan perhitungan rumus
Mr NaCl: 58,5, molalitas NaCl (m): 0,2 m, Kb air: 0,52, i =
∆Tb NaCl = Kb × m× i = 0, 52×0, 2×2= 0, 208oC
Pembahasan:
Dari hasil yang didapat terlihat bahwa hasil perhitungan dengan perhitungan rumus dan data hasil pengamatan berbeda. Hal ini dapat disebabkan oleh pengaruh pengukuran pada saat pembuatan larutan glukosa maupun larutan NaCl yang kemungkinan molalitasnya kurang dari 0, 2 m. selain itu terlihat pula bahwa aquadest titk didihnya tidak mencapai 100oC. Ini dapat disebabkan oleh aquadest yang merupakan air murni sehingga didalamnya kemungkinan tidak ada ion-ion lain sehingga dapat mendidih pada suhu yang tidak terlalu tinggi walaupun sudah hampir mencapai 100oC. Dari hasil percobaan ini terlihat pada larutan glukosa maupun NaCl titik didihnya lebih tinggi walaupun tidak terlalu signifikan dibandingkan titik didih aquadest. Terlihat pula larutan NaCl yang merupakan larutan elektrolit titik didihnya lebih tinggi dibanding glukosa yang nonelektrolit. Ini dapat terjadi karena pada larutan elektrolit ino-ionnya terionisasi sempurna.   


 
G.    Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan ini adalah keberadaan suatu zat yang terdapat dalam suatu larutan mempunyai pengaruh dalam perubahan titik didih larutan. Selain itu sifat ini juga dipengaruhi olrh jenis larutan dan juga konsentrasi larutannya.




















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar